Pagi yang cerah, kanvas biru yang dipadukan arsiran lembut awan putih menjadi payung yang indah di pagi ini. Jalanan yang cukup ramai dengan kendaraan, membuatku sedikit sulit untuk menyebrang jalan. Fiuhhh… Untunglah aku bisa sampai ke sebrang jalan sana. Aku hendak naik angkot menuju sekolahku. Aku terus menanti kedatangan mobil yang bercatkan merah dan coklat itu, lama sekali, pikirku dalam hati. Padahal jam di tangan telah menunjukkan pukul tujuh kurang dua puluh menit. Lalu aku mengarahkan pandanganku ke sebelah kanan. Menanti nanti si angkot yang hendak ku naiki. Hati mulai merasa lega, saat sebuah angkot terlihat oleh mata. Namun angkot itu berhenti di gerbang sebuah sekolah yang tak jauh dari rumahku. Turun seseorang yang mengenakan jaket berwarna hitam. Semula aku biasa saja, tapi kebiasaan yang aku rasakan itu beralih menjadi hentakan yang menggetarkan hatiku. Ya itu adalah seseorang yang pernah ku kagumi namun tak sempat ku miliki. Flashback sejenak. Teringat kenangan ketika masa SMP di sana. Di memori otakku. Angkot yang tadi ia tumpangi, kini melaju ke arahku, aku masih kikuk dan memperhatikan sosok yang hendak menghilang dari pandanganku itu. Lalu dengan kaki yang terasa tidak menginjak bumi, aku pun naik angkot yang ku tunggu-tunggu itu. Dalam perjalanan. Entah apa yang aku pikirkan? -hahahahahahaha-
Dan di perempatan jalan, lampu merah sedang menyala. Angkot yang ku membawa diriku pun berhenti seketika, belum saja hatiku pulih kembali seperti sedia kala, tampak seseorang yang berjaket blaster menunggangi sebuah motor matic hinggap di pandangan mataku. Haaaaaaaaaaaaaaaa…. Dia adalah mantan pacarku.
Sepertinya pagi ini adalah pagi yang didesain khusus untukku, untuk bertemu sosok yang sempat menggetarkan hatiku di masa lalu…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar