Laporan Hasil Wawancara
Topik : Cinta VS Belajar
Spesifikasi : Pengaruh Cinta Remaja pada Kegiatan Belajarnya
Narasumber : Tryana Permanasari
Pewawancara : Rina Damayanti
Hasil Wawancara
Cinta merupakan anugerah dari Sang Pencipta kepada setiap umat-Nya. Presepsi cinta bagi setiap orang tentulah berbeda, berikut menurut pendapat Tryana, “Cinta adalah sesuatu yang abstrak, sulit untuk dideskripsikan dengan kata-kata. Namun cinta identik dengan mengagumi dan menyayangi. Penuh dengan ketulusan.” Realita remaja jaman sekarang yang sudah tidak aneh lagi dengan yang namanya cinta, membuat sebagian orang tua merasa gerah. Beliau-beliau yang lebih sepuh merasa takut jika anak-anaknya terjerumus kepada akibat cinta yang negative yang dapat merenggut masa depan sekaligus menghapuskan tanggung jawab mereka untuk belajar. Untuk saya pribadi cinta dan belajar itu bisa berjalan seimbang, asalkan kita sendiri tahu aturan dan menyadari akan kewajiban dan tanggung jawab yang dibebankan. Mengapa kita perlu mengenal cinta di saat remaja? Cinta itu bukan sesuatu yang salah, apalagi mengenalnya di saat remaja. Masa-masa seorang individu siap untuk menjadi lebih dewasa, dengan adanya cinta, kita lebih percaya terhadap realita. Seorang remaja tanpa cinta terhadap lawan jenisnya dirasa belum kumplit. Tetapi, mengingat kewajiban kita sebagai pelajar, ya harus belajar. Jadi antara cinta dan belajar berjalan seiringan. Jadikanlah cinta sebagai sumber motivasi belajar. Karena cinta itu bisa membuat seseorang menjadi super. Jangan menjadikan cinta sebagai sesuatu yang rumit, yang membuat kita menjadi pribadi yang malas.
Jika dalam tulisan-tulisanku banyak kekurangan dan kesalahan, atau menyinggung secara tidak langsung kepada beberapa pihak... aku ucapkan mohon maaf... ^tidak bermaksud, dan tidak ada unsur kesengajaan^ aku masih belajar untuk menulis... dan terkadang aku ga PEDE dengan tulisan-tulisanku :D untuk yang berminat memberi kritik dan saran, silahkan postkan komentar :)
Jumat, 20 Mei 2011
Kamis, 12 Mei 2011
presepsi CINTA versi Tryana
Ini kisah tentang diriku. Biar kalian tahu. Presepsi CINTA menurut aku, yang pastinya setiap orang berbeda.
CINTA. Cinta itu bisa membuat orang lemah, bahkan kuat sekali pun. Cinta datang tak pernah disangka. Seperti awal aku merasakan yang namanya cinta. Itu saat aku duduk di kelas 3 SD. Aku namakan itu cinta pertama. Cinta itu hanya seutas kata, dan menjadi hal yang paling memalukan. Cinta pertama aku, namanya Satria. Lalu saat aku mulai mengetahui tentang cinta lagi, aku namakan itu, cinta monyet. Ya meski katanya itu jadian, tapi namanya juga anak kelas 3 SD. Waktu pun bergulir, aku masih merasakan atmosfer cinta monyet. Hmmmm… Ini disebabkan aku belum “ngeuh” tentang pacaran. 2kali seingatku, aku masih menggeluti cinta monyet itu (hahahahahaha). Dan pada akhirnya, aku merasakan atmosfer pacar pertamaku. Dia adalah MDA. Seseorang yang memperkenalkan aku pada dunia cinta remaja. Meski kita akhirnya harus berpisah. Good bye my first boyfriend. Selanjutnya. Pacar kedua aku, AG. Dari 2 orang sample yang aku sebut pacar, keduanya membuat hatinya deg-degan udah pasti. Dan membuat hatiku ngamuk-ngamuk juga iya. Terakhir kata, membuat hatiku nangis Bombay. Ihhhh enggak deh :D
FINISH.
Inilah kisah CINTAku. Dimulai dari cinta pertama, cinta monyet, pacar pertama, dan pacar kedua.
Apakah mungkin ada pacar ketiga?
Ntahlah…
CINTA. Cinta itu bisa membuat orang lemah, bahkan kuat sekali pun. Cinta datang tak pernah disangka. Seperti awal aku merasakan yang namanya cinta. Itu saat aku duduk di kelas 3 SD. Aku namakan itu cinta pertama. Cinta itu hanya seutas kata, dan menjadi hal yang paling memalukan. Cinta pertama aku, namanya Satria. Lalu saat aku mulai mengetahui tentang cinta lagi, aku namakan itu, cinta monyet. Ya meski katanya itu jadian, tapi namanya juga anak kelas 3 SD. Waktu pun bergulir, aku masih merasakan atmosfer cinta monyet. Hmmmm… Ini disebabkan aku belum “ngeuh” tentang pacaran. 2kali seingatku, aku masih menggeluti cinta monyet itu (hahahahahaha). Dan pada akhirnya, aku merasakan atmosfer pacar pertamaku. Dia adalah MDA. Seseorang yang memperkenalkan aku pada dunia cinta remaja. Meski kita akhirnya harus berpisah. Good bye my first boyfriend. Selanjutnya. Pacar kedua aku, AG. Dari 2 orang sample yang aku sebut pacar, keduanya membuat hatinya deg-degan udah pasti. Dan membuat hatiku ngamuk-ngamuk juga iya. Terakhir kata, membuat hatiku nangis Bombay. Ihhhh enggak deh :D
FINISH.
Inilah kisah CINTAku. Dimulai dari cinta pertama, cinta monyet, pacar pertama, dan pacar kedua.
Apakah mungkin ada pacar ketiga?
Ntahlah…
Selasa, 10 Mei 2011
delete
Tuhan.. aku tak tahu apa yang sebenarnya ada dalam hatiku. Mungkinkah aku menyayanginya lebih dari yang aku kira? Aku merasa ada nada-nada yang mengoyak hati saat ku lihat dia bersamanya. Serta sikapnya yang memang misteri terhadap dirinya. Aku tahu Tuhan, aku tidak layak untuk mendeskripsikan perasaanku ini. Tapi aku yakin perasaan ini hanya sesaat, bukan? Dan kelak kau akan pertemukan dan mengizinkanku menyayangi seseorang yang terbaik menurutmu. Namun rasa ini Tuhan, biarkan Kau hapus saja. Dan biar ku kubur menjadi kenangan tanpa seorang pun yang mengetahuinya. Dan biarkanlah dirinya dengan dirinya, merajut renda ceria.
Senin, 09 Mei 2011
?
Apakah aku layak untuk mengaguminya? Sosok yang begitu sempurna bagi diriku yang tak mempunyai apa-apa. Ku lihat perawakannya yang lumayan jangkung, dengan kulit yang putih bagi ukuran seorang laki-laki. Belum lagi senyumnya yang mampu menggetarkan hatiku. Tak lupa prestasinya yang membuat aku semakin membelalakkan mata. Langkahnya menuju mushola saat istirahat kedua pun mampu membuat aku semakin mengaguminya. Ya sosok yang kini tengah ku intip dari balik jendela.
Subhanallah.. tak henti-hentinya aku mendecap kata itu. Maha Sempurna Ilahi telah menciptakkan sosok seperti dirinya. Rasa yang ada di dalam hati ini hanya bisa berbicara teramat pelan. Malu rasanya diriku yang tak ada apa-apanya ini mengaguminya. Lancang rasanya jika perasaanku ini diungkapkan.
Subhanallah.. tak henti-hentinya aku mendecap kata itu. Maha Sempurna Ilahi telah menciptakkan sosok seperti dirinya. Rasa yang ada di dalam hati ini hanya bisa berbicara teramat pelan. Malu rasanya diriku yang tak ada apa-apanya ini mengaguminya. Lancang rasanya jika perasaanku ini diungkapkan.
Langganan:
Postingan (Atom)