Rabu, 18 Januari 2012

tersenyumlah

Mentari menari-nari di panasnya hari. Awan menggumpal-gumpal seperti harum manis yang siap di santap si manis, Zian. Remaja berusia 16 tahun dengan kerudung berwarna putih berparaskan kesejukan, berjalan menuju seseorang yang sedang berdiri di samping pintu kamar kecil sekolah. Satrio, kakak kelas yang usianya seumuran Zian itu, terkenal jenius plus plus. Kenapa plus plus? Ya karena dia jangkung dan good looking. Jangan salah, banyak perempuan di sekolah yang mengidolakannya, bahkan lebih parahnya lagi, banyak cewek-cewek labil yang rela mati-matian menjatuhkan derajatnya, guling-guling di depan seorang Satrio yang memang cuek abis. Zian sudah siap dengan bibirnya yang merekah menebar senyuman manis, semanis harum manis yang siap disantapnya. Dalam hatinya terhentak jantung yang begitu cepat dan imajinasi tentang bentuk hati sudah memenuhi otaknya. Bahkan ke ubun-ubunnya dan……. Senyumannya…… Satrio membalas dengan penuh….. Zian tak dapat menggambarkan warna hatinya. Hanya mata dan mata yang tahu. Hanya Zian dan Satrio, hanya kamu dan aku. Maka Tersenyumlah 

Sabtu, 14 Januari 2012

cinta, rasa, kita

Jangan bicara tentang cinta
Karena aku tak tau artinya
Jangan bicara tentang rasa
Karena aku takut mengungkapkannya
Dan jangan bertanya tentang kita, karena aku tak tau kedepannya..
Apakah akan menjadi sebuah cerita bahagia, atau mimpi belaka?

Senin, 24 Oktober 2011

:O

Dunia ini memang ganas. Siap memangsamu yang lemah pendiriannya. Siap menerbangkanmu yang rapuh hatinya. Siap menenggelamkanmu yang melamun terus jalan pikirannya. Dunia ini sangat ekstrim kawan, kau tinggal memilih untuk mengikuti hawa nafsumu, atau kau akan berpacu dengan waktu berdiri pada batu, batu kehangatan kasih sayang keluarga, batu yang lurus dan selalu membuatmu jauh dari keganasan dunia. Dalam dekapan kasih saying Ilahi. Ketahuilah kawan, tidak ada satu kesuksesan di dunia ini yang bisa dibeli dengan uang, semuanya dibeli dengan cinta kasih dan pengorbanan. Pengorbanan waktu, tenaga, dan uang. Ya… uang yang diberikan Allah kepada kedua orang tua kita.

Kamis, 30 Juni 2011

pira oge dua rebu perak, cenah!

Mentari yang lembut bersinar, mengantarkan keberangkatan aku dan kakakku menuju Bogor, kota hujan. Jalanan yang sedikit macet karena mungkin ini suasana liburan sekolah. Terminal tempat para bus menanti penumpang seraya memudar dari pandangan. Lambat sekali bus melaju, namun pasti tujuannya, Kampung Rambutan.
Perempatan Polres. Hendak bus yang ku tumpangi berbelok ke arah kanan, lensa mataku menangkap sosok yang mengenakan kaos abu, berjaket hitam, tas yang cukup besar bersandar di punggungnya. Kelihatannya dia hendak bermain badminton. Sontak perasaanku sedikit tersentak, dan mulutku melontarkan sebuah nama sembari senyum sumringah. Sosok yang tak tahu harus ku sebut apa.
Bus berbelok, melaju, trus melaju. Seorang bapak dan anak gadisnya naik di persimpangan jalan, kenek bus sedikit memaksa si bapak dan anaknya itu untuk menumpangi bus yang kami tumpangi pula. Tempat duduk di bus sedikit sesak, dan sudah tak ada lagi yang kosong. Kenek mulai mengincar anak kecil, supaya digendong orang tuanya. Hmmmm.. sang kenek melirik ke bangku yang tepat di samping kiriku itu.
Baru saja sang kenek bertanya, sang ibu yang tengah duduk di bangku itu sewot berkata, “saya akan bayar empat. Lagian pak, kalau mau dapet tempat duduk ya ke terminal. Cuma bayar angkot dua ribu perak!”

Sabtu, 25 Juni 2011

^_^

Selamat tertawa tryana :D
Ahahahahahahahahahaha..
Tulisanku kali ini aku buka dengan gelak tawa, Alhamdulillah.. 
Mengapa bisa seperti itu?
Hmmmmmm.. begini ceritanya, hari ini, ya tepat hari ini, tanggal berapa sih? ^_^
25 Juni 2011. Jamnya gak terlalu aku pikirkan, pokoknya tadi tuh siang menuju sore gitu. Mamaku juga belom pulang kerja, berarti sekitar pukul 14.00 lebihlah :D
Aku kan pasang status di pesbuk nih, yang isinya mengucapkan rasa syukurku atas hasil prestasiku semester kali ini, dibawahnya aku bilang aku gak punya pacar “pada intinya”. Trus ada dia ngekomen, nyebut-nyebut nama pesbuknya gebetan aku, otomatis aku agak sedikit risih ya? Hahahahahhaha. Trus aku so so akrab gitu, nanya hasil rapot dia gimana dengan memanggil si dia “kakak jelek” eh gak dibales mulu tuh komen, beberapa menit kemudian, si dia apdet status lagi tuh, ya udah aku komen, intinya sih “yang udah dipanggil kakak jelek ngilang!” Sontak sang kekasih si dia marah total loh :D
Awalnya aku bener-bener bingung harus gimana, aku langsung nelpon Vey buat nenangin suasana, trus sms Ambu, trus barusan abis curhat juga sama Ul.ul ^^
Pokoknya ini adalah pengalaman terekstrim yang pernah aku alamin, padahal mah nyantei aja, orang aku mah udah tau banget dia gimana??? Hahahahahahahaha
Dan perlu dia dia dia dia dia dia dia tau, Tryana sampe detik ini masih mengagumi sosok DIA. So, kemungkinan sangat kecil sekali jika saya mau balikan sama dia. Hahahahahahaha.. kecuali jika Allah berkehendak seperti itu. Dan perlu diketahui, sosok dia jauh lebih dari yang anda tau. WASPADALAH, WASPADALAH!




(dia di sini adalah seseorang yang pernah mengisi hari-hari saya, dan DIA di sini adalah seseorang yang saya kagumi ^^)

Sabtu, 11 Juni 2011

berakhir sajalah :D

Ini adalah sepenggal kisah tentang pengalaman seorang manusia yang sebut saja aku. Pengalaman yang mungkin akan menuai pro dan kontra bagi yang membacanya. Mencibir atau tertawa bagi yang memahaminya. Tapi tak apalah, aku hanya ingin bercerita, berbagi kata dalam untaian prosa.
Baiklah, ini pengalamanku saat ujian kenaikan kelas yang harus aku lalui dengan berat selama satu minggu. Banyak hal yang harus aku relakan, hmmmm lebih tepatnya ikhlaskan untuk mendapatkan waktu belajar. Satu per satu buku aku baca meski terasa sangat membosankan. Lalu hari demi hari yang enggan aku terlibat di dalamnya silih berganti. Namun satu hal yang membuat aku kesal. Tentang sosoknya. Ya sosok yang tengah aku lihat sekarang, ingin rasanya aku -membejek-bejek- mukanya, mematahkan gigi-giginya. Hahahahahaha.. ambigu sekali rasanya. Dan taram… imajinasiku yang semerawut itu membalaskan tatapan yang -gak banget deh- dari sosok itu.
Sosok itu? Ya sosok itu! Dia mencontek. Ya mencontek secara langsung pada lembar jawabanku. Apa itu tidak kesal?
Ceritaku selesai!

Jumat, 03 Juni 2011

:)

pagi yang riang. awan-awan lembut menggumpal mengiringi sang langit yang biru ceria. aku bertanya pada hatiku, siapa yang sebenarnya engkau sebut? jawabnya tak pernah satu.
aku mencari lagi jawaban hati, tapi setelah aku melihat, membaca, dan merasakan semuanya. aku bermaksud untuk mengisi hati ini dengan kekosongan, dan atas nama Tuhan, Allohu Robby. sang Pencipta pagi, awan, dan langit. serta pencipta aku, dan hatiku.