Sabtu, 19 Maret 2011

masa lalu = pergi

aku tidak mau diusik dan diganngu lagi oleh masa lalu. maka silahkan sajalah pergi dan tak usah kau kenali aku lagi. anggap tak pernah ada apa-apa diantara kita jika kau nyatanya terus begini saja. aku ingin memulai hidupku lagi. dengan cintaku yang teruntuk seseorang di sana. hahahahah

Jumat, 11 Maret 2011

12 Maret 2011

Tryana Permanasari...
Sebuah nama yang papah berikan untuk aku, tepat 16 tahun yang lalu.
Mamah yang dulu meregang nyawa, berjuang untuk menghadirkan aku ke dunia.
Bayi mungil yang masih suci itu, kini menjelma menjadi sosok remaja yg berlumuran dosa. terkadang, membantah nasihat mamah, leha-leha menjalankan perintahnya, ato mungkin merengek memaksa meminta sesuatu. Y Rabbi, ampuni hambaMu ini. aku sadar, aku banyak dosa terhadap mamahku tercinta. belum terhadap papah... dulu aku sering sekali membuatnya kesal bahkan marah, dengan tangisku yg begitu dasyatnya. mengganggu jam kerjanya atau meminta sesuatu yg ingin dikabulkan dengan cepat. maafkan aku, pah, mah...
aku sayang kalian.. terima kasih telah mengizinkan aku merasakan hidup di dunia ini, meski banyak cobaan yg kita lewati. semoga kita tetap selalu ada, dalam cinta dan kasih sayang.. dan lindungan Allah SWT...

doakan aku supaya Tryana bisa jadi anak yg sholeha, berbakti, yg ga selalu ngerepotin, yg bisa kalian banggakan, yg selalu Allah Ridhoi. amienn...

I LOVE PAPAH MAMAH :*


Selasa, 08 Maret 2011

curhat

hanya lewat blog ini aku bercerita..

Tuhan.. aku tidak mengerti tentang rasa ini, mungkin aku sedikit terluka dengan apa yang aku lihat selama ini. Aku juga merasa, aku hanya terbawa oleh suasana kesendirianku, yang sudah cukup lama. Tapi Tuhan, aku tahu. Ini lebih baik, bukan? Dengan aku menjalin kasih lagi, aku akan tersakiti lagi, bukan? Aku akan menangisi semuanya seperti kemarin. Air mata yang sungguh sungguh tidak sangat penting. Ok baiklah, aku sangat menyadari, ini adalah sebuah pengalaman sekaligus pendewasaan untuk seorang aku. Merasakan bagaimana mantan pacar menjalin kasih dengan seseorang yang aku kenal. Bahkan, aku kenal dia sebelum mantan pacarku sendiri. Cerita memang akan terus bergulir, aku hanya mampu ungkap semua di sini. Mungkin banyak pihak yang akan memojokkan aku, dan mengklaim aku tentang hal negative. Namun ketahuilah.. aku memiliki perasaan, hatiku sedikit mengalami reaksi saat orang yang pernah aku sayang dan aku banggakan, menjalin hubungan setelah dengan aku. Ini bukan kali pertama, tapi ini untuk yang ke sekian kalinya. Baiklah… terserah semua mau berkomentar apa. Yang jelas aku hanya bercerita, tentang perasaanku, yang aku yakin akan segera membaik. Bissmillahirrahmannirrahiim..

Senin, 07 Maret 2011

lamunan malam

ku rebahkan tubuhku, di kasur empuk yang lapuk.

pikiranku tak habis-habisnya mengupload gambaran-gambaran tentang yang aku lihat barusan. kemesraan angga dan vina. tetesan air mata, merembes keluar tak aku izinkan. mencoba untuk tidur, karena jam di dinding telah menunjukkan pukul 23.32. namun sulit rasanya. hati yang remuk, malah semakin mengeropos. padahal aku dan angga telah lama berpisah. sekitar 3 tahunan. entah apa yang membuat aku kembali mengingatnya. padahal kemarin-kemarin aku bisa hidup dengan porsinya aku. tanpa sedikitpun kilasan-kilasan tentang dirinya.

lalu dalam malam yang semakin hening.aku mencoba untuk menguatkan diri, dengan kesadaranku sebagai manusia yang jauh setara dengan angga. angga anak satu-satunya dari pengusaha sekaligus pegawai BUMN ternama, belum lagi ibunya sebagai fashion designer. cocok sekali bersanding dengan vina, anak kedua dari dosen di salah satu perguruan tinggi swasta. sedangkan aku? liana. gadis biasa, yang terlahir dari keluarga yang mengalami percerian. ayahku sebagai pegawai kecamatan, menikah lagi dengan seorang pekerja restoran. ibuku, yang kini bekerja di sebuah rumah sakit menikah lagi dengan seorang pria yang tidak begitu bersahaja, aku tidak tahu di mana ia bekerja. namun sepertinya pemda. karena seragamnya sering dikenakan orang-orang yang keluar masuk gedung negara.

untuk kuliahku saat ini pun, aku mesti mengikuti program beasiswa, jika kurang maka aku akan bekerja di warnet di ujung gang sana. kostanku ini, terbilang paling sederhana di sini. karena ayah kandungku tengah mengalampi problematika keuangan yang harus diselesaikan. sedangkan ibuku pun terkadang tidak selalu ada. tapi aku bersyukur dengan semua yang ada.

maka... kini tetesan air mata beralih, dari menangisi masalah cinta menjadi keluarga. aku teringat ibu di sana. ku dengar ia mulai sakit-sakitan. aku merindukan ayah yang dengan persoalannya. ku pejamkan mata, sambil menagisi kesedihan yang ada.

lalu tak lama dari situ, aku tersentak terbangun dan melangkahkan kaki ke WC untuk mengambil air wudhu, aku bertekad melaksanakan sholat malam. dan memohon ampunan, tentang diriku. yang mengapa harus menangisi masalah cinta? yang hanya kedustaan semata. namun tak dapat aku pungkiri, bahwa lewat cinta, masa remaja menjadi berwarna. cinta dengan tetap bersujud kepada-Nya. cinta yang mengatasnamakan-Nya...
ampuni hamba ya Rabbi..