***
sesampainya di pondok lisda, ruangan yg tidak terlalu luas, dengan ranjang tingkat 2, satu lemari pakaian, dan satu meja belajar. tampak 1 orang perempuan sebaya yg tengah asyik membaca novel di atas ranjang. berkerudung hijau dan bergamis hijau toska. dia tersenyum saat melihat kedatangan kami yg mungkin mengagetkannya.
lisda langsung berkata ^assalamualaikum aina, ini tiara yg sering aku ceritakan dan tiara ini aina teman satu pondokku^
aina bangkit sambil menjawab salam lisda dan mengajak tiara bersalaman. ^assalamualaikum tiara, lisda banyak bercerita tentang kamu^
aku mengawali menjawab dengan senyuman ^waalaikumsalam aina, senang bertemu denganmu di sini, semoga kita bisa menjadi teman yg baik^
^amin^ aina menjawab.
***
setelah mandi dan shalat ashar, aina yg memang gemar memakan bakso, mengajak kami untuk ke depan pondok para kaum ikhwan.
untuk tiara ya mau saja, orang perutnya sudah keroncongan, dan lisda pun menyetujui ajakan aina.
saat melangkahkan kaki keluar dari gerbang pondok asrama ikhwan, gerobak bakso yg mereka tuju semakin dekat.
tiara yg berjalan menunduk, kemudian menoleh ke arah yg ditunjuk aina, dan................. dari kaca gerobak baso yg transparan terlihat sosok yg menggetarkan hati tiara. saat mereka mendekat dan semakin mendekat, hati tiara berdegup kencang, sangat kencang.
dan, inikah cinta ? dalam hati tiara berkata :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar