sesampainya di sebuah desa, yang jauh dari hiruk pikuk kota :)
angin lembut menyapa kehadiran sosok TIARA. kerudung yang kini melekat di kepalanya, membuat parasnya menjadi lebih anggun (hahahahahahahahahaha. lanjut)
langkah demi langkah kakinya, tidak gontai. tekad dalam hati untuk masuk pesantren ternama di kota itu mengalahkan kesedihannya. dalam hati, bersama dengan tekad. tiara berjanji, saat pulang kelak. dia tidak akan mengecewakan mamih yang ditinggalkannya.
kisah" cinta yg dia sembunyikan dari mamihnya akan menjadi teman dan kenangan pilu bagi seorang tiara. dan penghianatan dari pacar"nya yg dulu pun akan menjadi penyemangat, bahwa tiara mampu, sanggup, dan akan bangkit. tiara bukan cewe lemah. itu kata" yg sering dia lontarkan kala sesak di dada, dan tangis menerpa.
Saat menengadahkan kepala ke langit lepas, tampak awan-awan yang menggumpal lembut, seolah mencerminkan ketulusan hati tiara saat itu.
Langkah demi langkah. dan samapailah ia di sebuah gapura yang di atasnya bertuliskan pondok pesantren AL-HIKMAT. aura religius sudah mulai tampak. santriwati" tampak lengkap dengan pakaiannya yang sopan, santriwan" juga tampak gagah dengan baju koko dan peci.
sepintas dalam otaknya, tiara membayangkan adit, pacarnya yang dulu ketauan selingkuh, memakai setelan seperti santriwan" yg kini tampak semakin dekat dan dekat dengan dirinya.
dannn bayangan tiara membuyar.
^assalamualaikum?^
hanya menyapa dan berlalu. tak sempat tiara membalas salamnya. suara yang lembut terdengar memanggil namanya.
suara dari lisda, teman semasa sd dulu. yang memberi tahunya mengenai ponpers ini waktu ia di Perth.
^ternyata sampai juga kamu ke sini ra^ kata lisda penuh senyum sumringah.
tiara hanya membalas dengan senyuman. ia masih kikuk dengan semuanya yang serba baru.
^naik apa kamu ke sini?^ tanya lisda ingin mencoba mengakrabkan diri lagi dengan teman semasa kecilnya itu.
^tadi naik bus, terus angdes, dan terakhir barusan jalan kaki. hehehehehehe^ jawab tiara sembari tersenyum.
^kamu pasti cape. ayo ke pondokku dulu. nanti sore kita baru temui pa ustad untuk ngobrol" tentang kamu yg berniat mondok di sini juga :)^ ajak lisda sambil menarik lengan tiara.
------------------------bersambung----------------------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar