Minggu, 24 Oktober 2010

falling in love


Semuanya pada tahu yang namanya jatuh cinta kan? Tua-muda, ikhwan-akhwat, ade-kakak, dan kawan semua pasti pernah merasakannya. Virus yang satu ini emang beda dari virus yang ngetrend belakangan ini, kaya virus Flu Burung dan Flu Babi. Karena pengobatannya cukup dengan bertemu dan berinteraksi dengan si doi. Tapi, rata-rata sih, ketemu sama orang yang kita cinta tuh bikin kita salting lho…

Ikhwan dan akhwat semua, jatuh cinta itu merupakan anugerah dari Allah SWT. Islam adalah agama yang fitrah, dan tidak melarang kita (khususnya para remaja) untuk jatuh cinta. Allah swt berfirman yang artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya di antara kamu rasa cinta dan kasih sayang……….. (Ar-Rum: 21)
 Hanya saja, Islam membatasi jatuh cinta tersebut supaya tidak kebablasan dan terjerumus pada lembah-lembah kemaksiatan. Karena yang namanya jatuh cinta itu berjuta rasanya. Selalu ceria dan penuh tawa. Hari-hari dihiasi nuansa merah muda dengan motif ukiran hati. Tapi kadang kala, kita jadi bingung dibuatnya. Emosi bisa jadi labil kan kalau udah seperti ini. Mana mesti jaim pula di depan si doi. Lumayan ribet juga ya hidup orang yang lagi jatuh cinta?

 Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya Raudhah al-Muhibbin wa Nuzhah al-Musytaqin menuliskan komentar sejumlah orang tentang pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang.
Di antaranya sebagai berikut: “Cinta itu bisa menyucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, mendorong untuk berpakaian rapi, makan yang baik-baik, memelihara akhlak yang mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi yang ahli ibadah”.
Pertama , dari dalam diri kita. Di sini kita kuatkan benteng pertahanan dari serangan rasa cinta yang membabi buta. Caranya, rajin puasa sunat. Rasulullah menganjurkan pemuda-pemudi untuk berpuasa sebagai satu perisai takwa. Perbanyak membaca al-Qur'an, shalat tahajjud, dan berdzikir kepada Allah saat godaan itu datang. Perbanyak juga doa kita kepada Allah. Minta kepada-Nya biar kita dijauhin dari perbuatan yang haram, minta juga kepada-Nya biar kita dikasih jodoh yang qualified dunia-akhirat. Mau dong?
Kedua , dari luar diri kita. Ini juga nggak kalah pentingnya. Faktor ling-kungan gampang banget meluluhlantakkan pertahanan yang kita bangun. Itu sebabnya, kita kudu bisa menata lingkungan sekitar kita. Misalnya, memini-malisasi pertemuan dan komunikasi dengan lawan jenis. Walau itu untuk konsolidasi dakwah. Sorry , bukannya mo ngerecokin, cuma kita khawatir, jiwa muda kita tak kuasa meredam gejolak rasa cinta itu. Kita juga bisa gaul ama temen-teman yang bisanya nggak cuma manas-manasin doang. Tapi mampu membantu kita menjaga izzah alias harga diri. Sehingga kita bisa belajar menundukkan pandangan. Baik terhadap para ‘macan' (makhluk cantik) mau pun terhadap media ‘syerem' yang bisa memacu adrenalin kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar