Rabu, 18 Januari 2012

tersenyumlah

Mentari menari-nari di panasnya hari. Awan menggumpal-gumpal seperti harum manis yang siap di santap si manis, Zian. Remaja berusia 16 tahun dengan kerudung berwarna putih berparaskan kesejukan, berjalan menuju seseorang yang sedang berdiri di samping pintu kamar kecil sekolah. Satrio, kakak kelas yang usianya seumuran Zian itu, terkenal jenius plus plus. Kenapa plus plus? Ya karena dia jangkung dan good looking. Jangan salah, banyak perempuan di sekolah yang mengidolakannya, bahkan lebih parahnya lagi, banyak cewek-cewek labil yang rela mati-matian menjatuhkan derajatnya, guling-guling di depan seorang Satrio yang memang cuek abis. Zian sudah siap dengan bibirnya yang merekah menebar senyuman manis, semanis harum manis yang siap disantapnya. Dalam hatinya terhentak jantung yang begitu cepat dan imajinasi tentang bentuk hati sudah memenuhi otaknya. Bahkan ke ubun-ubunnya dan……. Senyumannya…… Satrio membalas dengan penuh….. Zian tak dapat menggambarkan warna hatinya. Hanya mata dan mata yang tahu. Hanya Zian dan Satrio, hanya kamu dan aku. Maka Tersenyumlah 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar