Kamis, 30 Juni 2011

pira oge dua rebu perak, cenah!

Mentari yang lembut bersinar, mengantarkan keberangkatan aku dan kakakku menuju Bogor, kota hujan. Jalanan yang sedikit macet karena mungkin ini suasana liburan sekolah. Terminal tempat para bus menanti penumpang seraya memudar dari pandangan. Lambat sekali bus melaju, namun pasti tujuannya, Kampung Rambutan.
Perempatan Polres. Hendak bus yang ku tumpangi berbelok ke arah kanan, lensa mataku menangkap sosok yang mengenakan kaos abu, berjaket hitam, tas yang cukup besar bersandar di punggungnya. Kelihatannya dia hendak bermain badminton. Sontak perasaanku sedikit tersentak, dan mulutku melontarkan sebuah nama sembari senyum sumringah. Sosok yang tak tahu harus ku sebut apa.
Bus berbelok, melaju, trus melaju. Seorang bapak dan anak gadisnya naik di persimpangan jalan, kenek bus sedikit memaksa si bapak dan anaknya itu untuk menumpangi bus yang kami tumpangi pula. Tempat duduk di bus sedikit sesak, dan sudah tak ada lagi yang kosong. Kenek mulai mengincar anak kecil, supaya digendong orang tuanya. Hmmmm.. sang kenek melirik ke bangku yang tepat di samping kiriku itu.
Baru saja sang kenek bertanya, sang ibu yang tengah duduk di bangku itu sewot berkata, “saya akan bayar empat. Lagian pak, kalau mau dapet tempat duduk ya ke terminal. Cuma bayar angkot dua ribu perak!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar