Jumat, 05 November 2010

Tentang Dia (Tragis dan Tangisnya Ragiska)

Hey… namaku Ragiska Ramadana. Kalian semua boleh panggil aku Iska atau mungkin Giska. Untuk keluarga boleh deh panggil aku adek. Aku terlahir dari keluarga sederhana, sebuah kejadian teramat dasyat menimpaku di saat aku berumur 6 tahun, yaitu bercerainya mamah dan papahku. Yang sempat membuat masa kecilku penuh dengan jeritan tangis dan uraian air mata. Kini aku menjelma menjadi seorang gadis remaja berusia 15 tahun tapi sudah perih oleh yang namanya cinta. Merasa terkhianati! Merasa disakiti! Itu mungkin yang dapat aku katakan. Hmmmmmmmmmm….. baiklah kita close back ke perjalanan cinta yang membuat hidup aku sempat mengambang tak berarah.

Aku mungkin menjadi sosok pencinta yang tak bisa berkata. Cerita cinta yang bisu, tak pernah terungkapkan. Mungkin sebuah kesalah terbesar dalam hidup seorang Ragiska adalah menerima cinta yang tak pernah dipikirkan dengan matang. Menerima hadirnya cinta karena rasa belas kasihan. Itu dulu, kala cinta monyetku. hahahahaha… tapi untuk menjadi sosok yang bisu dan tak berani mengungkapkan, itu awet sampai sekarang. Sebagai pembelaan diri nieh y!!! aku menjadi sosok yang bisu, karena aku suka sama cowo yang jelas-jelas udah jadi pacar orang. Aku gak mau dong jadi benalu di antara mereka. Aku juga gak mau ngerusak hubungan mereka, dan aku gak mau bila ada yang tersakiti dengan pengungkapan cintaku. Hahahaha (so ngeles gue!!!)

Saat awal semester genap kelas IX, ceritanya aku suka sama seorang cowo. Umpppttt… dia itu aktif di organisasi sekolah. Beda banget sama aku, yang super duper pasif dan anti banget sama yang namanya organisasi sekolah. Hahahaha… tapi anehnya, gak tau ada keajaiban apa, tiba-tiba aja sosok yang aku gemari bilang suka sama aku. Wah!!! Terlaksana nieh!!! Hahahaha.. tapi, aku masih inget sama janji yang pernah diucapin aku bareng dua sobatku yaitu “gak bakalan pacaran dulu sebelum lulus SMP”. Hal itu yang bikin aku nolak dia. Tapi aku juga bilang ko kalo aku juga nyimpen perasaan sama dia. Ya mungkin Cuma statusnya aja yang gak pacaran dan manggil AYANG AYANGAN. Hahahahah. Karena komunikasi di antara kita lancar, kalo  ketemu dia nyapa ato Cuma ngasih senyuman kecil yang bikin aku salting. Hahahahahaha…

Dan satu keajaiban lagi. Terdengar gossip kalau sahabatnya sendiri juga suka sama aku. SUMPAH!!! Gak percaya kan gw??? Hahahaha… tapi di waktu yang gak pernah disangka-sangka SAHABATNYA NYATAIN PERASAANNYA SAMA AKU. Meski lewat sms, dan hanya dua kata. (sampe sekarang kata-kata itu masih terngiang ko) “LUPH U” hahahaha… aku sama sekali gak percaya. Karena aku yakin, mana mungkin dia berani ngambil orang yang disuka sama sahabatnya sendiri. Eh… tapi ini beber-bener FAKTA dan REALITA yang aku alamin. Beberapa hari kemudian…..
Aku nolak dia, karena aku sama sekali gak ada feel sama orang itu. Kan dari tadi juga udah aku jelasin, kalau aku sukanya sama dia. Bukan sahabatnya. (Dari tadi bicara dia dan sahabatnya mulu. Namanya siapa sih? Biar gak belibet mendeskripsikannya nieh.). Ok dia itu bernama Muhammad Putra Ramadhan kalo sahabatnya itu Muhammad Dio Pratama. Tau gak sih?? Dio setelah aku tolak?? Dia ngambek. Jadi ngerasa bersalah L tapi setelah ditelusuri dia Cuma ngejailin aku. Dari situ kita sepakat buat temenan.

Oh MY GOD. Keajaiban apa lagi sih ini??? Tepat di bulan September, ada kejadian yang gak bisa aku certain, dan itu yang ngebikin kita jadian. Kita di sini AKU DAN DIO!!! Mungkin takdirnya harus seperti ini. Ya udah. Tapi PUTRA gimana??? Ah, dia terlalu sibuk dengan urusan organisasi sekolah! Tapi, aku gak ada feel sama DIO. Tapi, jalani dulu aja deh. Toh orang bilang cinta datang bila terbiasa. Di saat itu, aku bener-bener lupa sama yang namanya janji sama sobat-sobatku. TUHAN.. mungkin ini yang dibilang takdir, jadian di saat aku tak sepenuhnya berharap sama pasanganku.
Lama kelamaan… Putra tau kalo kita ada hubungan special. Dia ngsms, bilang kalo dia rela aku sama sahabatnya, dan dia percaya kalo aku bisa ngejaga sahabatnya. Putra rela berkorban cinta demi sahabatnya sendiri. Dia rela ngelakuin semua in demi sahabatnya. Dan sms dari Putra itu bikin aku teharu dan nangis. Tapi apa sih yang bisa dilakuin Ragiska? Semuanya telah terjadi seperti ini.

Perjalanan cinta Ragiska dan Dio pun dimulai….
Aku mulai mencoba untuk mencintai Dio sepenuh hati. Aku mengubur semua asa dan cintaku bersama Putra. Cinta yang mulai tulus dan mengisi hari-hariku mengubah segalanya jauh lebih indah. Hidupku penuh dengan senyuman meski masalah demi masalah terus bergulir di antara kita. Keabaikan Dio, membuat aku merasa nyaman menjalin hubungan dengan dia. Meski dengan hubungan ini sempat ada trouble antara aku dan teman sekelasku.

Malam tahun baru 2010…
Kala itu, penyakit lambungku sedang kambuh. Tapi apa yang Dio lakukan? DIO BERUBAH menjadi sosok yang sama sekalai tak aku kenali. Hingga saat aku masuk Rumah Sakit dan dirawat di sana, Dio masih tetap kukuh dengan sikapnya yang berubah.
Study Tour ke Jogja pun menjadi momen yang menyakitkan. Aku yang baru keluar dari Rumah Sakit dan masih belum sembuh betul, harus merasakan keperihan yang mendalam. Saat aku dan Dio bertemu kami benar-beenar saling membisu, dan CUEX BANGET!!!!! Apalagi aku harus mendapatkan perlakuan judes dan bengis dari orang yang ternyata suka sama Dio.

Tanggal 26 January 2010…
KITA PUTUS….
Mata ragiska terlihat sembab dan basah. Dalam setiap tatapannya menyimpan luka yang teramat dalam. Dalam setiap kedipan matanya, menyimpan bayangan cinta yang masih tersisa. Kini Ragiska sulit untuk mendapatkan bahagia. DIO. Sosok yang dulu dipujanya, kini menghilang. Mengkhianati Ragiska. Dio mencintai seseorang di sana. Yang lebih sempurna dari Ragiska.

Mungkin ini perjalanan cinta seorang Ragiska…
Pengorbanan seorang sahabat dan pengkhianatan seorang kekasih…
Dan kapan Ragiska akan mendapatkan cintanya kembali??
Supaya matanya yang sembab dan basah bisa melukiskan kebahagian lagi, di kanvas hidupnya yang memang tak pernah ia bayangkan.
Ragiska… tetaplah semangat jalani hidupmu… biarlah Dio menjadi sosok pelengkap yang pernah mengkhianati dan menyakitimu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar